MAKALAH
PENDIDIKAN MATEMATIKA 1
TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK 5
GREACE METEKOHY
EUNIKE LOUPATTY
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmatNya serta bimbingan dan hikmatNya maka kami dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik.
Makalah yang kami susun ini berdasarkan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Pendidikan Matematika 1 dengan judul “TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL ”.
Kami menyadari sungguh, dalam peulisan makalah ini kami terbatas sebagai manusia untuk itu kami akan selalnu berusaha untuk membuat yang terbaik dengan usaha yang semaksimal nya demi mencapai tujuan bersama, baik Dosen maupun maupun Mahasiswa untuk itu saran dan kritik dari Dosen pembimbing sangat diharapkan.
Sekian dan TERIMA KASIH.
Ambon, 7 Mei 2013
Kelompok V
Daftar Isi
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I. Pendahuluan
Ø Biografi David Ausubel
BAB II. Pembahasan
A. Defenisi
B. Penjelasan
C. Langkah –langkah Belajar Bermakna
D. Langkah – langkah menerapkan teori Ausubel dalam mengajar
E. Kebaikan Belajar Bermakna
BAB III. Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB. I
PENDAHULUAN
Ø Biografi David Ausubel
Ausubel lahir 25 Oktober 1918 dan dibesarkan di Brooklyn, New York. Ia belajar di Universitas Pennsylvania di mana ia lulus dengan penghargaan pada tahun 1939, David Paulus Ausubel datang ke psikologi pendidikan dari bidang kedokteran. Pada tahun 1950 Ausubel menerima posisi dengan Biro Pendidikan Penelitian di University of Illinois. Dia tetap dengan Biro selama enam belas tahun berikutnya. Sementara Ausubel adalah di University of Illinois, ia menerbitkan banyak buku pada kognitif psikologi.
Teori pembelajaran Ausubel merupakan salah satu dari sekian banyaknya teori pembelajaran yang menjadi dasar dalam cooperative learning. David Ausubel adalah seorang ahli psikologi pendidikan. Menurut Ausubel bahan subjek yang dipelajari siswa mestilah “bermakna” (meaningfull).
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi:
Ausubel (dalam Dahar, 1988:137) mengemukakan bahwa belajar bermakna adalah suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.
B. PENJELASAN
· Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima.Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi. Sedangkan pada belajar menemukan,siswa tidak menerima pelajaran begitu saja,tetapi konsep ditemukan oleh siswa.
Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.
C. Langkah- langkah Belajar Bermakna
Langkah-langkah yang biasanya dilakukan guru untuk menerapkan belajar bermakna Ausubel adalah sebagai berikut :
1. Pengatur awal (advance organizer) Pengatur awal dapat digunakan untuk membantu mengaitkan konsep yang lama dengan konsep yang baru yang lebih tinggi maknanya.
2. Diferensiasi Progregsif Dalam pembelajaran bermakna perlu ada pengembangan dan kolaborasi konsep- konsep
D. Langkah – langkah menerapkan teori Ausubel dalam mengajar
Dalam bukunya yang berjudul ‘Educational Psychology : A cognitive View’ (1968)
Ausubel mengatakan ‘ faktor yang paling penting mempengaruhi siswa belajar adalah apa yang telah diketahui oleh siswa. Yakinilah ini dan ajarlah dia demikian.
Pernyataan Ausubel tersebutlah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakna, konsep baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa.
Ausubel mengatakan ‘ faktor yang paling penting mempengaruhi siswa belajar adalah apa yang telah diketahui oleh siswa. Yakinilah ini dan ajarlah dia demikian.
Pernyataan Ausubel tersebutlah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakna, konsep baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa.
.
E. Kebaikan Belajar Bermakna
Ada tiga kebaikan dari belajar bermakna yaitu :
a. Informasi yang dipelajari secara bermakna lebih lama dapat diingat,
b. Informasi yang dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar berikutnya untuk materi pelajaran yang mirip
c. Informasi yang dipelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terjadi lupa.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teori belajar bermakna dikemukakan oleh David Ausubel dimana pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.
Pembelajaran bermakna terjadi apabila siswa boleh menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Artinya, bahan subjek itu mesti sesuai dengan keterampilan siswa dan mesti relevan dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa. Oleh itu, subjek mesti dikaitkan dengan konsep-konsep yang sudah dimiliki para siswa, sehingga konsep-konsep baru tersebut benar-benar terserap olehnya. Dengan demikian, faktor intelektual-emosional siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
B. Saran
Demikianlah makalah berjudul “David Ausubel : Belajar Bermakna” ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang ada. Kami juga menyadari, masih ada banyak kekurangan di dalam penulisan makalah ini. Sehingga perlulah bagi kami, dari para pembaca untuk memberikan saran yang membantu supaya makalah ini mendekati lebih baik. Atas perhatian Anda semuanya, kami ucapkan terima kasih.
Semoga Bermanfaat!!! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar