^ ^

^ ^
WELCOME

Jumat, 13 Desember 2013

Pendekatan Kontruktivisme dan penerapannya dalam pembelajaran IPA di SD

Memilih dan Memilah Prinsip Pembelajaran IPA SD yang Berprinsip pada Pendekatan Konstruktivisme

1.    Pengertian Pendekatan KonstruktivismeTeori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis.Konstruktivistik merupakan landasan filosofi yang meyakini bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta konsep atau kaidah yang siap untuk diambi dan diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata (Nurhadi, 2002:10-11). Sedangkan Suparno (1997:28) mengatakan konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu dapat berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai.  
Dua tokoh konstruktivis adalah Piaget dan Vygotsky. Piaget yang dikenal dengan konstruktivis radikal, sedangkan Vygotsky dikenal dengan konstruktivisme sosial. Menurut Piaget (dalam dahar 1988:181), perkembangan intelektual anak didaarkan pada dua fungsi yaitu organisasi dan adaptasi. Model konstruktivis Piaget dalam mengajar, hendaknya memperhatikan 8 hal berikut :1.      Siapkanlah benda-benda nyata yang digunakan siswa2.      Pilihlah pedekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak3.      Perkenalkan kegiatan yang layak dan menarik dan berilah para siswa untuk menolak saran-saran guru4.      Tekankan penciptaan pertanyaan-pertanyaan dan massalah-masalah seta pemecahannya.5.      Anjurkan para siswa untuk saling berinteraksi6.      Hindari istlah-istilah teknis dan berfikir7.      Anjurkan para siswa berfikir dengan cara mereka sendiri8.      Perkenalkan ulang materi dan kegiatan yang sama dalam beberapa tahun.Implikasi teori Piaget dalam pembelajaran1.      Memusatkan perhatian pada proses berfikir anak, bukan sekedar pada hasil2.      Menekankan pada pentingnya peranan siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan secara aktif dalam pembelajaran3.      Memaklumi adaya perbedaan individual dalam kemajuan perkembangan.Sedangkan teori Vygotsky menekankan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran yaitu siswa belajar menangani tugas-tugas yang dipelajari melalui interaksi dengan orang dewasa dan teman dewasa. Implementasi teori Vygotsky dalam pembelajaran:1.      Pembelajaran kooperatif antar siswa tertata dengan baik2.      Pendekatan Vygotsky dalam pembelajaran menerapkan scafolding yaitu pemberian sejumlah besar bantuan pada siswa pada awal bantuan pembelajarn, kemudian siswa mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya.3.      Memaklumi adanya perbedaan perbedaan individu dalam hal kemajuan pemahaman.
Konstruktivisme bukanlah satu konsep baru. Ia berasal daripada bidang falsafah dan telah digunakan dalam bidang sosiologi dan antropologi dan juga dalam bidang psikologi kognitif dan pendidikan. Pada tahun 1710, ahli falsafah konstruktivis yang pertama, yaitu Giambatista Vico, mengatakan … “one only knows something if one can explain it” (Yager, 1999).Pembelajaran bermakna (meaningful learning), mengikut John Dewey (1966), melibatkan “belajar dengan membuat” (learning by doing), yang kemudiannya dapat membantu pelajar berfikir dan membentuk kefahaman tentang masalah yang cuba dihuraikan. Dewey mempelopori gerakan “progresivisme” dalam pendidikan. Dalam keadaan yang sama, kita menyaksikan Jean Piaget (1951) lebih awal mengutarakan tentang perkembangan kognitif dalam karya terjemahan, “Play, Dreams and Imitation in Childhood” dan Vygotsky (1978) dalam “Mind in Society” yang dikaitkan dengan perspektif konstruktivisme dalam perkembangan minda kanak-kanak. Sejak satu setengah dekad yang lampau, di Amerika Serikat pengajaran dan buku teks telah diolah agar lebih menjurus kepada penggalakan proses berfikir, menyelesaikan masalah dan membina keupayaan untuk belajar. Inilah gerakan konstruktivisme yang sudah dilaksanakan di Amerika Syarikat, yang juga mengambil kira pemikiran Dewey dan Bruner. Dalam konteks tempatan, kita menyaksikan gerakan ini sudah bermula dalam pembelajaran sains dan matematik yang cuba menyemarakkan perspektif konstruktivisme.Pendekatan konstruktivisme memiliki beberapa konsep umum, antara lain:1.      Pelajar aktif membina pengetahuan berdasarkan pengalaman yang sudah ada.2.      Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.3.      Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.4.      Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.5.      Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.6.      Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.
Konsttruktivisme mempunyai lima fase, yaitu:1.      Guru menerka pengetahuan sedia ada murid pada permulaan sesuatu pelajaran melalui soal jawab atau ujian.2.      Guru menguji ide atau pendirian murid melalui aktivitas yang menjabar ide atau pendiriannya.3.      Guru membimbing murid menstruktur semula ide.4.      Guru memberi peluang kepada murid mengaplikasikan ide baru yang telah diperoleh untuk menguji kebenarannya.5.      Guru membimbing murid membuat refleksi dan perbandingan ide lama dengan ide yang baru diperoleh.
Menurut paradigma baru pendidikan peran guru harus diubah, yaitu tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada para siswanya, tetapi harus mampu menjadi mediator dan fasilitator.Fungsi mediator dan fasilitator dapat dijabarkan dalam beberapa tugas sebagai berikut:1.    Menyediakan pengalaman belajar yang memeungkinkan siswa bertanggung jawab dalam membuat rancangan, proses, dan penelitian. Karena itu memberi ceramah bukanlah tugas utama seorang guru.2.    Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya dan mengkomunikasikan ide ilmiah mereka (Watt & Pope, 1989).3.    Memonitor, mengevaluasi, dan menunjukkan apakah pemikiran si siswa jalan atau tidak. Guru menunjukkan dan mempertanyakan apakah pengetahuan siswa itu berlaku untuk menghadapi persoalan baru yang berkaitan. Guru membantu mengevaluasi hipotesis dan kesimpulan siswa. (Suparno, 1997).
Agar peran dan tugas tersebut berjalan dengan optimal, diperlukan beberapa kegiatan yang perlu dikerjakan dan juga beberapa pemikiran yang perlu disadari oleh pengajar.1.        Guru perlu banyak berinteraksi dengan siswa untuk lebih mengerti apa yang sudah mereka ketahui dan pikirkan.2.        Tujuan dan apa yang akan dibuat di kelas sebaiknya dibicarakan bersama sehingga siswa sungguh terlibat.3.        Guru perlu mengerti pengalaman belajar mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Ini dapat dilakukan dengan berpartisipasi sebagai pelajar juga di tengah pelajar.4.        Diperlukan keterlibatan dengan siswa yang sedang berjuang dan kepercayaan terhadap siswa bahwa mereka dapat belajar.5.        Guru perlu mempunyai pemikiran yang fleksibel untuk dapat mengerti dan menghargai pemikiran siswa, karena kadang siswa berpikir berdasarkan pengandaian yang tidak diterima guru. (Suparno, 1997).
2.    Pembelajaran dan Pengajaran KonstruktivismePembelajaran dan pengajaran menggunakan pendekatan konstruktivisme boleh dilaksanakan dengan memberikan perhatian kepada perkara-perkara berikut:•         Memberi peluang kepada pelajar mengemukakan pandangan tentang sesuatu konsep.•         Memberi peluang kepada pelajar berkongsi persepsi antara satu sama lain.•         Menggalakkan pelajar menghormati pandangan alternatif rakan mereka.•         Menghormati semua pandangan pelajar dan tidak memandang rendah terhadap pandangan mereka.•         Melaksanakan pengajaran berpusatkan pelajar.•         Menyediakan aktiviti-akativiti berbentuk “hands on” dan “minds on”.•         Mementingkan kemahiran saintifik dan kemahiran berfikir di kalangan pelajar.•         Menggalakkan pelajar merenung kembali proses pembelajaran yang dilaluinya.•         Meminta pelajar menghubungkait idea asal dengan idea yang baru dibina.•         Menggalakkan pelajar mengemukakan hipotesis.•         Tidak menyampaikan maklumat secara terus kepada pelajar.•         Memberi peluang pelajar berinteraksi dengan guru dan peljar-pelajar lain.•         Memberi perhatian kepada keperluan, kebolehan dan minat pelajar.•         Menggalakkan pelajar bekerja dalam kumpulan.(Ramlah & Mahani, 2002)
3.    Prinsip-prinsip pembelajaran KonstruktivismePrinsip-prinsip kontruktivisme banyak digunakan dalam pembelajaran sains dan matematika. Prinsip-prinsip yang diambil adalah:(1)     pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara personal maupun sosial,(2)     pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali hanya dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar,(3)     murid aktif mengkonstruksi terus-menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah,(4)     guru sekadar membantu penyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus (Suparno, 1997).
4.    Prinsip-prinsip pembelajaran IPA SD      Prinsip-prinsip dalam pembelajaran IPA SD adalah:Prinsip 1: Pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita di mulai melalui pengalaman baik secara inderawi maupun noninderawi. Karena itu, siswa perlu diberi kesempatan memperoleh pengalaman itu. Para siswa perlu dibuat agar aktif melakukan sesuatu agar memperoleh pengalaman.Prinsip 2: Pengetahuan yang diperoleh ini tidak pernah terlihat secara langsung, karena itu perlu diungkap selama proses pembelajaran. Pengetahuan siswa yang diperoleh dari pengalaman itu perlu diungkap di setiap awal pembelajaran.Prinsip 3:   Pengetahuan pengalaman mereka ini pada umumnya kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan, pengetahuan yang Anda miliki. Pengetahuan yang demikian Anda sebut miskonsepsi. Anda perlu merancang kegiatan yang dapat membetulkan miskonsepsi ini selama pembelajaran.Prinsip 4: Dalam setiap pengetahuan mengandung fakta, data, konsep, lambang, dan relasi dengan konsep yang lain. Tugas Anda sebagai guru IPA adalah mengajak siswa untuk mengelompokkan pengetahuan yang sedang dipelajari itu ke dalam fakta, data, konsep, symbol, dan hubungan dengan konsep yang lain.Prinsip 5: IPA terdiri atas produk, proses, dan prosedur. Karena itu, Anda perlu mengenalkan ketiga aspek ini walaupun hingga kini masih banyak guru yang lebih senang menekankan pada produk IPA saja. Namun, perlu diingat bahwa perkembangan IPA sangat pesat. Kita tidak mampu mengikuti secara terus-menerus perkembangan itu setiap saat. Dan, kalaupun mampu, menajdi pertanyaan besar adalah apakah semuanya disampaikan kepada siswa. Oleh karena itu, akan lebih baik jika siswa dibekali dengan keterampilan menemukan pengetahuan, yaitu: proses dan prosedur IPA. Proses menyangkut kegiatan penelitian. Sedangkan prosedur menyangkut metode ilmiah yang digunakan dalam kegiatan penelitian.5.    Belajar IPA dalam paradigma konstruktivismeDalam paradigma absolutisme, siswa dianggap tidak memiliki pengetahuan apa pun ketika berada di awal proses pembelajaran. Ibarat sebuah botol kosong. Sebaliknya, dalam paradigma konstruktivisme, siswa diakui telah memiliki pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki sebelum mengikuti proses kegiatan pembelajaran yang sesungguhnya sering diberi label pengetahun awal siswa. Pengetahuan awal ini diperolehnya dari sumber-sumber belajar yang tersedia di luar bangku sekolah atau dari pembelajaran sebelumnya. Seperti juga Anda saat ini, Anda telah memiliki pengetahuan pembelajaran IPA. Pengetahuan itu Anda peroleh dari berbagai sumber, termasuk ketika Anda kuliah di program yang lain. Pendek kata, Anda tidak berawal sebagai botol kosong. Anda telah memiliki konsepsi awal tentang pembelajaran IPA.
Temuan umum penelitian dengan perspektif concept learning dapat dirangkum sebagai berikut. Setiap siswa datang ke pelajaran formal dengan membawa konsepsinya sendiri tentang fenomena alam. Konsepsi ini, pada umumnya berbeda dengan konsepsi ilmuwan. Konsepsi semacam ini ternyata tersebar merata menurut usia, kemampuan, gender, dan bahkan lintas budaya. Konsepsi semacam ini mirip dengan penjelasan para ilmuwan masa lampau. Konsepsi yang berakar pada pengalaman pribadi siswa dapat dikatakan sebagai endapan dari pergaulan sehari-hari termasuk pengajaran sebelumnya. Konsepsi yang dibangun siswa sebelum mengikuti pembelajaran dapat dikatakan sebagai pengetahuan awal para siswa tentang fenomena atau kejadian yang akan dipelajari.Pengetahuan yang telah dimiliki siswa mengarahkan perhatiannya pada satu atau dua hal tertentu dari seluruh materi yang sedang dipelajari. Dengan demikian, pengetahuan siswa ini menjadi semacam ‘penyaring’ tentang hal-hal yang harus dipelajari. Selain sebagai penyaring, pengetahuan yang telah dimiliki juga menentukan bangunan pengetahuan yang baru dikonstruksi. Pengetahuan Anda tentang pembelajaran IPA dalam mempelajari sajian buku ini menjadi ‘filter’ untuk menyaring pengetahuan yang dipelajari dan menjadi salah satu faktor yang kuat dalam mengkonstruksi pengetahuan baru yang siswa miliki.Proses belajar siswa sesungguhnya mirip dengan yang dilakukan para ilmuwan IPA, yaitu melalui pengamatan dan percobaan. Penelitian IPA adalah penelitian empiris. Siswa Sekolah dasar juga belajar IPA melalui investigasi yang mereka lakukan sendiri. Jika pengalamannya tidak memadai, maka pemahamannya juga tidap lengkap. Investigasi merupakan cara normal bagi siswa yang belajar.
Demikian juga, proses mengajar dalam paradigma konstruktivisme, siswa, seperti anak yang sedang belajar menaikkan layang-layang, aktif mencari pengetahuan (IPA) didampingi guru sebagai fasilitator yang juga aktif. Mereka secara bersama-sama terlibat aktif dalam dialog mencari ’kebenaran’ IPA. Mengajar berarti memberdayakan, mengajar untuk belajar.Walaupun penerapan tradisi konstruktivis itu berbeda-beda, namun ada hal-hal yang sama. Ishii (2003) menyajikan kesimpulan Ernest tentang implikasi pedagogis dari tradisi konstruktivisme, yaitu:1.      Peka dan perhatian terhadap pengetahuan awal siswa yang dibawa sebelum mengikuti pelajaran formal2.      Penggunaan konflik kognitif untuk meremidi miskonsepsi. Tampak seperti membiarkan siswa mengalami kebingungan dalam berpikir, dan dari sana mereka akan menngembangan pemahamannya sendiri, atau paling tidak mencari jalan ke luar dari kebingungan.3.      Perhatian terhadap ketakognisi dan strtegi self-regulation. Ini merupakan kosekuensi dari mengalami konflik kognitif siswa muali berpikir tentang cara berpikir yang digunakannya, dan menjadi bertanggung jawab atas belajar mereka sendiri.4.      Penggunaan berbagai macam representasi. Berbagai macam representasi mengahasilkan banyak ‘lorong’ menuju pengetahuan awal siswa.5.      Kesadaran bahwa tujuan siswa belajar itu penting. Di kelas bukan tujuan guru tetapi tujuan siswa, mereka ingin mengetahui dan tahu manfaatnya.6.      Kesadaran akan konteks sosial. Berbagai jenis pengetahuan muncul dalam berbagai macam kelompok sosial.
Ishii (2003) menawarkan ‘five guiding principles of constructivism’ yang dapat diterapkan di kelas.1.      Posing problems of emerging relevance to students Dengan fokus pada minat siswa dan pengetahuan awal sebagai titik awal, siswa menjadi mudah terlibat dan termotivasi untuk belajar. Pertanyaan-pertanyan yang relevan diberikan kepada siswa untuk mendorong mereka berpikir dan mempertanyakan apa yang dipikirkan itu.2.      Structuring learning around primary concepts Ini merujuk pada perancangan pelajaran di sekeliling ide atau konsep utama, daripada menyajikan berbagai topik yang terpisah-pisah satu dengan yang lainnya. Menggunakan konsep yang lebar memungkinkn siswa terlibat dari berbagai perspektif dan kemampuannya.3.      Seeking and valuing students' points of view Prinsip ini memberi kesempatan mengakses penalaran siswa dan proses berpikirnya. Dengan cara itu, guru dapat menyusup lebih dalam agar belajar menjadi lebih bearti bagi siswa. Tentu saja Anda sebagai guru harus siap menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu.4.      Adapting curriculum to address students' suppositionsAdapatasi kurikulum untuk menghargai gagasan siswa merupakan fungsi dari kebutuhan kognitif pada tugas-tugas spesifik dan hakikat pertanyaan siswa yang terlibat pada tugas tersebut.5.      Assessing student learning in the context of teaching Dalam pengajaran tradisional, konteks belajar sering tidak berhubungan dengan assessment (penilaian). Assessmentyang autentik mestinya dapat dicapai melalui pengajaran, interaksi antara guru dan siswa siswa dengan siswa, serta pengamatan tentang tugas-tugas yang dilaksanakan siswa.
6.    Model Pembelajaran yang Sesuai dengan Prinsip KonstruktivismePembelajaran KoperatifVygotsky (1896-1943) menjelaskan pembelajaran koperatif sebagai “… group learningactivity organized on the socially structured exchange of information between learners in group and in which each learner is held accountable for his or her own learning and is motivated to increase the learning of others.”Koperatif berarti bekerja bersama untuk mencapai tujuanbersama. Pembelajaran koperatif pula ialah penggunaan kumpulan-kumpulan kecil dalam pengajaran supaya pelajar bekerja bersama-sama bagi memaksimumkan pembelajaran sendiri dan juga rakan-rakan lain. Dalam kumpulan pembelajaran koperatif, pelajar diberikan dua tanggung jawab, yaitu mempelajari bahan yang diberikan dan memastikan ahli-ahli kumpulan juga mempelajari bahan tersebut. Oleh yang demikian, seseorang pelajar itu berusaha mencapai faedahbagi dirinya dan juga ahli kumpulannya. Persepsi pelajar dalam pembelajaran koperatif ialah mereka hanya akan dapat mencapai matlamat pembelajarannya, sekiranya ahli-ahli kumpulan belajar bersama. Mereka berbincang dan saling membantu antara satu sama lain untuk memahami dan saling menggalak supaya bekerja bersungguhsungguh Aktiviti pembelajaran berlaku dalam kumpulan heterogenus, iaitu tidak sama dari segi kebolehan, minat, bangsa dan agama (Slavin, 1991).Pembelajaran koperatif biasanya berlaku dalam kumpulan di mana terdapat pelajar cerdas dan lambat. Dalam aktivitas pembelajaran, pelajar cerdas dikehendaki membantu pelajar lambat secara bersungguh-sungguh, kerana markah yang diperoleh oleh setiap individu dalam kumpulan akan menjadi markah kumpulan. Semangat bekerjasama menjadi semakin tinggi apabila kumpulan ini dikehendaki bertandingdengan kumpulan lain. Kaedah pembelajaran ini menggunakan idea “scaffolding” dalam teori perkembangan kognitif Vygotsky, di mana pelajar yang cerdas akan membimbing pelajar lambat dalam zon perkembangan proksimal.Dalam pembelajaran kooperatif, pelajar dibahagi-bahagikan kepada kumpulan kecil, di mana setiap kumpulan ditetapkan objektif pencapaiannya. Pembelajaran distrukturkan di mana objektif kumpulan hanya boleh tercapai jika semua ahli kumpulan dapat menyempurnakan tugas yang telah diarahkan guru. Gred akhir pelajar diperoleh dengan mengambil kira skor individu-individu dalam kumpulan.
Unsur-unsur kumpulan pembelajaran koperatif adalah seperti berikut:1.      Interaksi bersemuka (face-to- face interaction).2.      Saling pergantungan positif.3.      Bertanggungjawab kepada pembelajaran sendiri.4.      Kemahiran koloboratif perlu supaya ahli-ahli kumpulan dapat berfungsi dengan baik.5.      Memastikan setiap ahli memahami proses kumpulan dan mempelajari dinamika kumpulan.            Menurut Johnson & Johnson (1995:22-23), terdapat lima unsur penting dalam belajar kooperatif, yaitu sebagai berikut ini:1.      Saling ketergantungan yang bersifat positif antarsiswa. Dalam belajar kooperatif siswa merasa bahwa mereka bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dan terikat satu sama lain. Seorang siswa tidak akan sukses kecuali semua anggota kelompoknya juga sukses. Siswa akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok yang juga mempunyai andil terhadap suksesnya kelompok.2.      Interaksi siswa yang semakin meningkat. Belajar kooperatif akan meningkatkan interaksi antarsiswa. Hal ini, terjadi dalam hal seorang siswa akan mebantu siswa lain untuk sukses sebagai anggota kelompok. Saling memberi bantuan ini akan berlangsung secara alamiah karena kegagalan seseorang dalam kelompok mempengaruhi suksesnya kelompok. Untuk mengatasi masalah ini, siswa membutuhkan bantuan akan mendapat dari teman sekelompoknya. Interaksi yang terjadi dalam belajar kooperatif adalah dalam hal tukar menukar ide mengenai masalah yang sedang dipelajari bersama.3.      Tanggung jawab individual. Tanggung jawab individual dalam kelompok dapat berupa tanggung jawab siswa dalam hal membentu siswa yang membutuhkan bantuan dan bahwa siswa tidak hanya sekedar “membonceng” pada hasil kerja teman sekelompoknya4.      Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil. Dalam belajar kooperatif, selain dituntut untuk mempelajari materi yang diberikan, seorang siswa juga dituntut belajar bagaimana berinteraksi dengan kelompok lain dalam kelompoknya. . Bagaimana siswa bersikap sebagai  anggota kelompok dan menyampaikan idemkelompok akan menuntut keterampilan khusus.5.      Proses kelompok. Belajar  kooperatif atidak akan berlangsung tanpa proses kelompok. Proses kelompok terjadi jika anggota kelompok mendiskusikan bagaimana mereka akan mencapai tujuan dengan baik dan membuat hubungan kerja yang baik.Konsep utama dari belajar kooperatif menurut Slavin (1995:5) adalah sebagai berikut:1.      Penghargaan kelompok, yang akan diberikan jika kelompok mencapai kriteria yang ditentukan.2.      Tanggung jawab individual, bermakna bahwa suksesya kelompok terantung pada belajar individual semua anggota keompok. Tanggung jawab ini terfokus dalam usaha untuk membantu yang lain memastikan setiap anggota kelompok telah siap menghadapi evaluasi tanpa bantuan orang lain.3.      Kesempatan yang sama untuk sukses, bermakna bahwa siswa telah membantu kelompok dengan cara meningkatkan hasil belajar mereka sendiri. Hal ini memastikan bahwa sisa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah sama-sama tertantang untuk melakukan yang terbaik dan bahwa kontribusi semua anggota kelompok sangat bernilai.
Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif            Belajar kooperatif mempunyai beberapa kelebihan.Kelebihan belajar kooperatif menurut Hill & Hill (1993:1-6) adalah:1.      Meningkatkan prestasi siswa2.      Memperdalam pemahaman siswa3.      Menyenagkan siswa4.      Mengembangkan sikap kepemimpinan5.      Mengembangkan sikap positif siswa6.      Mengembangkan sikap menghargai diri sendiri7.      Membuat belajar secara inklusif8.      Mengembangkan rasa memiliki, dan9.      Mengembangkan keterampilan untuk masa depan.Johnson & Johnson (1994:30) menyatakan bahwa belajar kooperatif sangat diperlukan karena dengan belajar kooperatif :1.      Siswa dapat belajar lebih banyak2.      Siswa lebih menyukai lingkungan persekolahan3.      Siswa lebih menyukai satu sama lain4.      Siswa mepunyai penghargaan yang lebih besar terhadap diri sendiri, dan5.      Siswa belajar keterampilan sosial secara lebih efektifMenurut Ibrahim, dkk (2000:16) belajar kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar daripadadengan belajar kompetitif dan individualistik. Lebih lanjut, Ibrahim dkk (2000:16-17) menyatakan bahwa belajar kooperatif dan hubungan yang lebih baik antarsiswa, dan dapat mengembangkan kemampuan akademis siswa. Siswa belajar lebih banyak dari teman mereka dalam belajar kooperatif dari pada dari guru. Ratumanan (2002:42) menyatakan bahwa interaksi yang terjadi dalam belajar kooperatif dapat memacu terbentuknya ide baru dan memperkaya perkembangan intelektual siswa. Menurut Kardi & Nur (2005:15) belajar kooperatif sangat efektif untuk memperbaiki hubungan antarsuku dan etnis dalam kelas multibudaya dan memperbaiki hubungan antarsiswa normal dan siswa penyandang cacat.Johnson & Johnson(1994:44) menyatakan bahwa belajar kooperatif dapat digunakan dalam setiap jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak sampai pergururan tinggi, dalam semua  bidang materi dan dalam sebarang tugas. Selain itu, Slavin  (1995:4) menyatakan bahwa belajar kooperatif  telah digunakan secara intensif pada setiap subjek pendidikan, dalam semua jenjang pendidikan dan pada semua jenis persekolahan di berbagai belahan duniaHal ini mendorong perlunya pelaksanaan belajar kooperatif dalam pembelajaran.  Pelaksanaan belajar kooperatif sangat diperlukan karena dengan belajar kooperatif dapat diperoleh : (1) siswa dapat belajar lebih banyak, (2) siswa lwbih mwnyukai lingkungan persekolahan, (3) siswa lebih menyukai satu sama lain, (4) siswa mempunyai penghargaan yang lebih besar terhadap diri sendiri, dan (5) siswa belajar ketrampilan social secara lebih efektif ( Johnson & Johnson,1994 : 30 )Davidson (1991:53-61) memberikan sejumlah implikasi positif dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi belajar kooperatif, yaitu sebagai berikut :1.      Kelompok kecil member dukungan social untuk belajar2.      Kelompok kecil menawarkan kesempatan sukses bagi semua siswa3.      Masalah idealnya cocok untuk diskusi kelompok, sebab memiliki solusi yang dapat didemonstrasikan secara objektif.4.      Siswa dalam kelompok dapat membantu siswa lain untuk menguasai masalah-masalah dasar dan prosedur perhitungan yang perlu dalam konteks permainan, teka-teki, atau pembahasan masalah yang brmanfaat.5.      Ruang lingkup mata pelajaran dipenuhi oleh ide-ide menarik dan menantang yang menantang bila didiskusikan6.      Memberi kesempatan untuk berfikir kreatif, menjelajahi situasi yang tidak terbatas, untuk melakukan konjektur dan mengujinya dengan data, unuk mengajukan masalah-masalah yang membangkitkan minat, dan untuk memecahkan maalah yang tidak rutin.
Selain mempunyai kelebihan, belajar kooperatif juga mempunyai beberapa kelemahan. Menurut Dees (1991:411) beberapa kelemahan belajar kooperatif adalah :1.      Membutuhkan waktu yang lama bagi siswa sehingga sulit mencapai target kurikulum2.      Membutuhkan waktu yang lama untuk guru sehingga kebanyakan guru tidak mau menggunakan strategi belajar kooperatif.3.      Membtuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru bias melakukan atau menggunakan strategi belajar koperatif4.      Menuntut sifat tertentu dari siswa, misalnya sifat suka bekerja sama
Meskipun belajar kooperatif memiliki kelemahan-kelemahan, namun masih dapat di atasi atau diminimalisir. Penggunaan waktu yang relative lama dapat diatasi dengan pemberian lembar kerja siswa (LKS) sehingga siswa dapat bekerja dengan efektif dan efisien, kelompok dibentuk sebelum pembelajaran dan penggunaan waktu diatur secara ketat untuk setiap pembelajaran.
Penerapan belajar kooperatif memang memerlukan ketrampilan khusus dari guru jadi tidak semua guru yang menerapkan belajar kooperatif. Meskipun demikian guru dapat dilatih untuk penerapan belajar kooperatif. Sedangkan untuk kelemahan yang terakhir dapat diatasi dengan sosiologis bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Oleh sebab itu siwa perlu bekerja sama dan berlatih bekerja sam dalam belajar secara kooperatif.
Perencanaan Pembelajaran Kooperatif
Perencanaan untuk pembelajaran koopertif ini melibatkan 5 tahapan yaitu:1.      Menentukan tujuan khususAktivitas dalam pembelajaran kooperatif didesain untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu mengembangkan ketrampilan penemuan (inkuiri), mengembangkan ketrampilan bekerja sama, dan memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap materi2.      Merencanakan pengumpulan informasiPemecahan masalah dari inkuiri tidak terjadi dalamkekosongan informasi. Siswa memerlukan akses terhadap informasi yang dapat digunakan untuk mengarahkan usaha mereka. Pengumpulan informasi dapat berupa mengoleksi buku-buku teks atau bekerjasama dengan pihak perpustakaan untuk memastikan bahwa sumber-sumber  yang dibutuhkan tersedia3.      Membentuk kelompokPembentukan kelompok disesuaikan dengan tipe dan jenis pembelajaran kooperatif. Langkah pertama untuk mencapai tujuan tersebut adalah membentuk kelompok dengan anggota yang beragam4.      Mendesain aktivitas kelompokPembelajaran kooperatif membutuhkan tingkat kerjasama yang tinggi. Dalam kelompok, siswa harus bekerjasama dalm membuat keputusan mengenai peran mereka5.      Merencanakan aktivitas kelompok secara keseluruhanAktivitas ini di desain agar siswa mengerti tujuan aktivitas dan bentuk hasil yang diharapkan.
          Belajar kooperatif mempunyai kelemahan yang disebut dengan efek “free rider”(Slavin,1995:19). Efek free rider dapat terjadi dalam belajar kooperatif dimana seorang siswa bekerja keras untuk menyelesaiakn tugas kelompok, sedangkan siswa yang lain sedang asyik melakukan aktivitas yang lain yang tidak ditugaskan. Efek free rider dapat diartikan sebagai tindakan membonceng oleh siswa terhadap kerja teman sekelompoknya. Untuk menghindari efek ini, di anjurkan dalam satu kelompok, masing-masing anggota kelompok mendapatkan tugas yang berbeda. Selain itu, pengawasan guru sangat diperlukan. 

Jumat, 25 Oktober 2013

CONTOH-CONTOH ALAMAT WEBSITE-WEBSITE YANG ADA DI DUNIA

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Facebook.svg/215px-Facebook.svg.png
Siapa yang tak kenal dengan situs ini. Logonya pun kini banyak dipasang di iklan produk mana pun. Semua kalangan pun dari semua jenjang setidaknya pernah mendengar jejaring sosial paling terkenal ini. Semua orang tahu sehingga tidak perlu dibahas banyak-banyak.
Facebook adalah situs jejaring sosial paling populer saat ini dengan 900 juta pengunjung berbeda setiap bulan. Situs ini diprakarsai oleh Mark ZuckerbergEduardo SaverinDustin Moskovitz, dan Chris Hughes pada tahun 2004. Facebook tergolong situs jejaring sosial yang umum. Tidak dikhususkan untuk suatu relasi sosial tertentu. Minimal umur untuk bisa menikmati layanan Facebook adalah 13 tahun.
Pendiri utama Facebook, Mark Zuckerberg, selalu mendapat tuntutan hukum dari Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss (pendiri UConnect) dengan tuduhan telah mencuri ide mereka membuat jejaring sosial semacam Facebook. Memang dulu Mark dipekerjakan oleh mereka untuk membuat sebuah situs jejaring sosial untu Harvard. Akan tetapi, Mark pun membuat versi jejaring sosialnya sendiri dengan ide tambahannya sendiri. Facebook atau dulu namanya The Facebook pun merambah secara “eksklusif” dari universitas ke universitas di Amerika. Karena eksklusif untuk mahasiswa elit, ketenaran Facebook pun meningkat drastis hingga puncaknya menjadi situs jejaring sosial paling terkenal sekarang.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/9f/Twitter_bird_logo_2012.svg/100px-Twitter_bird_logo_2012.svg.png
Twitter memiliki pengunjung hingga 300 juta orang setiap bulannya. Termasuk pemain baru, Twitter langsung melejit menjadi situs jejaring sosial terkenal kedua di dunia. Banyak yang menggemari Twitter karena ringkas dan sangat cepat dalam update informasi. Twitter memang berfokus pada layaan blogging mikro (microblogging) dan RSS untuk pesebaran informasi. Ia sering disebut-sebut sebagai “SMS-nya internet”. Bahkan ada iklan yang mengatakan bahwa Twitter lebih cepat dari gempa.
Twitter dibangun oleh Jack DorseyNoah GlassEvan Williams, dan Biz Stone pada 15 Juli 2006. Tingkat pertumbuhan Twitter sangat luar biasa. Setahun setelah meluncur terdapat lebih dari 400.000 tweet yang lewat dalam layanan Twitter. Jumlah ini berlipat ganda hingga 100 juta tweet di tahun 2008. Kini rata-rata tweet harian Twitter adalah 340 juta tweet per hari. Logo situs ini pun selalu bersanding di samping logo Facebook pada setiap iklan produk dan promo acara, menunjukkan betapa terkenalnya situs jejaring sosial ini.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/01/LinkedIn_Logo.svg/225px-LinkedIn_Logo.svg.png
Situs jejaring sosial ini fokus pada relasi profesional. Situs ini memiliki 120 juta pengguna di dalamnya. Situs ini dibangun oleh Reid Hoffman, dkk di tahun 2003. Sebagai situs yang bermain di bidang profesionalitas, kita bisa juga mencari relasi atau bahkan pekerjaan pada LinkedIn. Situs ini juga cocok untuk orang yang mencari pekerja sesuai dengan kriteria yang dimasukkan.   LinkedIn akan mencari orang yang cocok sesuai dengan keahlian yang dimasukkan dalam profilenya. Kini, LinkedIn telah menjadi kakas utama de facto  untuk jaringan profesional.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/Myspace_2010_logo.svg/225px-Myspace_2010_logo.svg.png
Myspace bisa dibilang adalah situs yang mempopulerkan layanan jejaring sosial. Mbahnya jejaring sosial. Jejaring sosial menjadi terkenal berkat ia. Memang, ia pernah menjadi situs jejaring sosial paling populer sekitar tahun 2006 dan bahkan melebihi situs pencarian Google pada jumlah pengunjung bulanan. Pada waktu itu ia dihargai hingga sampai $580 juta. Sekarang kondisi Myspace sangat buruk bahkan katanya pengunjung bulanannya lebih rendah dari situs jejaring sosial kurang terkenal Tagged. Jumlah pengguna Myspace sekarang sekitar 100 juta orang. Myspace sekarang dihargai sekitar $12 juta.
MySpace bersifat umum sama seperti Facebook. Semua bisa mendaftar asal sudah mengaku berumur minimal 13 tahun. Myspace dibangun oleh Chris DeWolfe dan Tom Anderson pada tahun 2003.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/95/Google%2B_logo.png/220px-Google%2B_logo.png
Google+ bisa dibilang merupakan jejaring sosial paling anyar. Meluncur pada 28 Juni 2011, kini pengguna Google+ sudah mencapai 170 juta orang. Google+ banyak digemari orang karena fitur barunya Circle dan Hangout yang memudahkan orang mengatur komunikasi dan berinteraksi dengan video. Sebelum peluncurannya, Google+ disebut-sebut sebagai pesaing berat Facebook. Pada awal peluncuran, Google+ pun menerima sangat banyak permintaan undangan. Peluncurannya sangat dinanti orang dan sangat terkenal di kalangan techy. Akan tetapi, menurut hasil survey Mashable pada Februari tahun ini, rata-rata waktu orang tinggal di Google+ hanya sekitar 3 menit per bulan dibanding Facebook 7,5 jam per bulan.
Google+ merupakan usaha Google ke sekian kalinya dalam dunia jejaring sosial. Beberapa produk jejaring sosial google sebelumnya adalah Buzz, Wave, dan Health. Kini Google+ menjadi seperti pemersatu dari seluruh layanan tersebar yang dimiliki Google.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/9e/Deviantart_logo.png/200px-Deviantart_logo.png
Situs ini adalah surganya para pecinta seni gambar. Jika Anda seorang artis (bukan artis yang di tivi itu log ya), terutama yang bergelut di bidang seni gambar, Anda wajib memunyai halaman disini. Disini Anda juga bisa menemui halaman-halaman dan karya artis-artis terkenal seperti personil Supercell.
DeviantArt meluncur pada 7 Agustus 2000  oleh Angelo Sotira,dkk. Kini deviantART memiliki sekitar 22 juta pengguna dengan 25 juta pengunjung setiap bulannya.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/6c/Livejournal-logo.png/200px-Livejournal-logo.png
LiveJournal merupakan jejaring sosial yang sangat dekat dengan blog. Pengguna situs ini dapat membuat jurnal dan buku harian (diary). Fitur yang membedakan LiveJournal dari blog kebanyakan adalah fitur daftar teman (friendlist) sehingga ia seperti gabungan blog dan jejaring sosial. Blog bisa dibuat privat atau hanya dibagi ke teman-teman tertentu.
LiveJournal dibuat oleh  Brad Fitzpatrick pada tahun 1999. Awalnya ia membuat LiveJournal sebagai sarana penghubung dia dan teman-teman.  Pengguna LiveJournal sekarang mencapai 17 juta pengguna. Situs ini sangat populer di Rusia.

8. Tagged
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/06/Tagged_logo_with_black_background.png
Situs jejaring sosial Tagged sama seperti situs jejaring sosial pada umumnya. Tagged bersifat umum sama seperti Facebook. Fiturnya standar melihat profil orang lain, pos, main game, dll. Akan tetapi, fitur lain yang berbeda disini adalah kita bisa  berbagi tag dan memberikan hadiah ke teman.
Tagged dibangun oleh Greg Tseng and Johann Schleier-Smith di pertengahan 2004. Mereka rencanya ingin membuat Yahoo untuk remaja atau MTV masa depan. Tagged mengaku memiliki 100 juta pengguna dalam databasenya. Pengguna ini juga berasal dari situs jejaring sosial hi5 yang ia akuisisi. Akan tetapi, tagged terkenal sebagai situs yang reseh (annoying). Situs ini mengambil daftar email dari kontak email kita dan mengirimi mereka masing-masing undangan untuk bergabung ke tagged. Tagged pun berdalih bahwa mereka sudah kita “tambah” sebagai teman.
9. Orkut
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8e/Logo_ORKUT.svg/150px-Logo_ORKUT.svg.png
Orkut merupakan jejaring sosial milik Google. Situs ini dinamai berdasarkan salah satu pegawai Google yakni Orkut Büyükkökten. Si Orkut membangun Orkut.com sebagai proyek sampingan saat ia bekerja di Google tahun 2004. Orkut sangat populer di Brazil dan India. Sekarang ia dioperasikan dan dimanajemen secara penuh di Brazil. Kini ia mulai merambah ke Estonia walaupun juga sudah mulai sepi karena banyak yang beralih ke Facebook. Jumlah pengguna Orkut mencapai 100 juta pengguna. Di Orkut, pengguna dapat mengganti halaman profilnya dengan pilihan tema dengan beragam warna.

10. CafeMom
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/49/Cafemom_Logo.png
Jejaring sosial ini unik sekali karena ia dikhususkan untuk ibu-ibu atau wanita yang sesaat lagi menjadi ibu. Memang situs ini dibatasi untuk pengguna minimal 16 tahun dan wanita. Prinsip situs ini adalah bebas pria (ketahun akun cowok akan langsung dihapus). Situs ini menyedian tempat bagi para ibu untuk saling bertanya dan bertukar informasi. Situs ini juga memiliki adik berupa jurnal bagi ibu-ibu yang membahas gosip selebriti, masalah dan dilema keibuan beserta solusi, dan cara mendekor rumah.
CafeMom dibuat oleh  Andrew Shue dan Michael Sanchez pada tahun 2006. Setahun dari peluncurannya ke dunia maya, CafeMom sudah diramaikan oleh para pengunjung wanita menurut comScore. Pada tahun 2009, situs ini mulai mendapatkan keuntungan pertamanya. Kini, CafeMom memiliki 1,2 juta pengguna. Pengunjung unik tiap bulannya hingga 8 juta orang dengan 140 juta kunjungan.
11. Ning
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/f/f3/Ning-logo.png/215px-Ning-logo.png
Ning adalah jejaring sosial yang unik. Pengguna dapat membuat “jejaring sosial”-nya sendiri disini. Tampilan, rasa, dan bahkan set fitur setiap jejaring sosial (seperti foto atau likes) dapat diatur sendiri oleh pengguna. Bahkan persyaratan untuk mendaftar jejaring sosial yang dibuat juga bisa diatur. Sampai Juni 2011, terdapat lebih dari 90.000 jejaring sosial yang dibuat disini. Jejaring ini dinamai Ning Networks.
Ning dibangun bersama oleh  Marc Andreessen dan Gina Bianchini. Andreessen adalah founder dari Netscape. Secara global, Ning memiliki 65 juta pengunjung unik per bulan.
12. Meetup
Description: http://img2.meetupstatic.com/906521611995523788/img/header/logo.png
Meetup adalah jejaring sosial yang memfasilitasi perencanaan “ketemuan” di dunia nyata. Meetup bisa menghubungkan pengguna berdasarkan minat seperti politik, game, musik, dll. Menurut www.ebizmba.com, situs ii memiliki 7,5 juta pengunjung unik setiap bulannya.
13. myLife
Description: http://a1.mylife.com/a/landa/i/11/donhv-mylife-logo.gif
myLife dibangun oleh Jeffrey Tinsley  pada tahun 2002 setelah ia bertemu istrinya pada reuni SMA. Konsep reuni (dulu nama situsnya reunion.com) dan bertemu dengan teman lama, keluarga jauh, atau cinta yang hilang adalah ide dari situs jejaring sosial ini. Dengan 28 juta pengguna, myLife memiliki 4,2 juta pengunjung unik (dari Amerika Serikat saja) per bulannya.

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/f/ff/MyYearbook_Logo_with_Tag.jpg/300px-MyYearbook_Logo_with_Tag.jpg
MyYearbook adalah jejaring sosial yang dibentuk pada tahun 2005 oleh Geoff Cook, David Cook, dan Catherine Cook. Situs ini memiliki filosofi untuk bertemu orang-orang baru. Situs ini akan diubah nama menjadi Meet Me tanggal 4 Juni mendatang. Katanya, Yearbook lebih mengesankan untuk bertemu teman sesekolah dan Meet Me lebih menggambarkan tujuan utama jejaring sosial ini. Salah satu fitur myYearbook adalah ekonomi virtual sehingga kita bisa belanja makan siang atau memberi sumbangan ke teman di dalam situsnya. MyYearbook memiliki 20 juta pengguna dengan jumlah pengguna unik per bulan 8 juta orang.
15. Badoo
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5f/Logobadoo.svg/200px-Logobadoo.svg.png
Situs jejaring sosial Badoo berfokus pada perkencanan. Situs ini dibangun oleh enterpreneur Andrey Andreev pada tahun 2006. Kini Badoo mengklaim memiliki jumlah pengguna terdaftar sebanyak 150 juta orang. Situs ini ramai kebanyakan di Amerika Latin, Itali, dan Perancis.
Berbagai layanan online bisa dijumpai di portal Yahoo. Dari layanan berita, keuangan dan tentu saja email.
17. YOUTUBE
YouTube dibeli oleh Google pada tahun 2006 dan sejak itulah namanya melejit. Youtube menjadi ajang berbagi video dan unjuk gigi. Tak heran jika banyak pula yang terkenal lewat situs ini.


Situs Jejaring Sosial Populer Lainnya
Sebenarnya terdapat pula beberapa jejaring sosial lain yang termasuk populer jika dilihat dari sudut tertentu. Situs jejaring sosial berikut adalah situs jejaring sosial yang juga populer tetapi tidak masuk ke daftar diatas.
Description: http://albadrln.files.wordpress.com/2012/06/qzone.jpg?w=652
Qzone adalah situs jejaring sosial yang dibuat oleh Tencent pada tahun 2005. Pada situs ini, pengguna bisa membuat blog, jurnal, atau buku harian sama seperti LiveJournal. Tambahannya lagi, pengguna bisa berbagi foto dan mendengar musik disini. Pada daftar jejaring sosial di Wikipedia, Qzone memiliki jumlah pengguna yang fantastis menyaingi semua jejaring sosial di atas (kecuali Facebook). Jumlah penggunanya 400 juta orang. Wajar, situs ini memang terkenalnya di RRC.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/6e/Sina_Weibo.svg/200px-Sina_Weibo.svg.png
Sina Weibo (secara literal diartikan Sina Blogging Mikro) adalah situs blogging mikro populer di China. Ia disebut sebagai perpaduan Facebook dan Twitter. Sebanyak 30% dari pengguna internet di China mengunjungi situs ini. Sampai Februari 2012, tercapat 300 juta pengguna dalam situs ini.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/Habbo-logo.png/200px-Habbo-logo.png
Habbo adalah situs jejaring sosial asal Finlandia yang ditujukan untuk remaja. Pengguna situs ini mencapai 200 juta orang. Pengunjung unik situs ini per bulannya sekitar 10 juta orang. Fitur utama HABBO adalah berupa program klien yang dibuat dengan teknologi Adobe Flash. Setelah login, pengguna akan masuk ke dalam tampilan hotel. Dari tampilan hotel ini, pengguna bisa menghubungi satu sama lain dengan HabboChat dan berjalan-jalan dari satu ruang ngobrol ke ruang ngobrol lain. Ruang ngobrol ada yang publik untuk semua orang dan ada yang pribadi dan bisa diubah-ubah sendiri. Di dalam ruang pribadi ini kita juga bisa “membeli” hewan peliharaan virtual. Pembelian hewan dan furnitur ruangan dilakukan dengan mata uang maya yang ada  pada Habbo.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/c/c7/Hi5_new.png
Situs jejaring sosial hi5 didirikan pada 2003 oleh Ramu Yalamanchi. Fitur situs ini sama seperti fitur jejaring sosial pada umumnya dan banyak berfokus pada game. Pada tahun 2008 situs ini pernah menjadi situs jejaring sosial terpopuler ke tiga menurut comScore. Pengguna terdaftar hi5 tercatat mencapai 80 juta pengguna. Pada tahun 2011 akhir, situs ini dibeli oleh situs jejaring sosial Tagged.
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/44/Logo_Bebo.svg/200px-Logo_Bebo.svg.png
Bebo adalah jejaring sosial yang didirikan pada 2005 oleh Michael Birch dan Xochi Birch. Kepanjangan dari nama situs ini adalah Blog Early, Blog Often. Pada situs ini pengguna dapat mengepos artikel, foto, video, atau kuisioner selayaknya sebuah weblog kemudian pengguna lain dapat memberikan respons jawaban atas pos tersebut.
Pada tahun 2008, bebo dibeli oleh AOL seharga $850 juta. Pembelian ini disebut BBC sebagai pembelian terburuk sepanjang sejarah dot com “one of the worst deals ever made in the dotcom era“. Hal ini disebabkan oleh kepopuleran bebo yang cenderung merosot, platform yang tidak stabil, dan krisis finansial.
Tercatat lebih dari 100 juta pengguna terdaftar pada bebo. Pada puncak kejayaannya, bebo menjadi situs jejaring sosial paling populer di Inggris melebihi Myspace. Di Irlandia, kabarnya bebo bahkan lebih populer dibanding situs pencarian Google.



semoga bermanfaat!!!

Sabtu, 05 Oktober 2013

MAKALAH
PENDIDIKAN MATEMATIKA 1
TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK 5
GREACE METEKOHY
EUNIKE LOUPATTY

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmatNya serta bimbingan dan hikmatNya maka kami  dapat menyelesaikan Makalah  ini dengan baik.
Makalah yang kami susun ini berdasarkan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Pendidikan Matematika 1  dengan judul “TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL ”.
Kami menyadari sungguh, dalam peulisan makalah ini kami terbatas sebagai manusia untuk itu kami akan selalnu berusaha untuk membuat yang terbaik dengan usaha yang semaksimal nya demi mencapai tujuan bersama, baik Dosen maupun maupun Mahasiswa untuk itu saran dan kritik dari Dosen pembimbing sangat diharapkan.
Sekian dan TERIMA KASIH.
                                         
                                          Ambon, 7 Mei 2013

                                              Kelompok V





Daftar Isi

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I. Pendahuluan
Ø  Biografi David Ausubel
BAB II. Pembahasan
A.  Defenisi
B.  Penjelasan
C.  Langkah –langkah Belajar Bermakna
D.  Langkah – langkah menerapkan teori Ausubel dalam mengajar
E.  Kebaikan Belajar Bermakna
BAB III. Penutup
A.  Kesimpulan
B.  Saran



BAB. I
PENDAHULUAN
Ø  Biografi David Ausubel
         Ausubel lahir 25 Oktober 1918 dan dibesarkan di Brooklyn, New York. Ia belajar di Universitas Pennsylvania di mana ia lulus dengan penghargaan pada tahun 1939, David Paulus Ausubel datang ke psikologi pendidikan dari bidang kedokteran. Pada tahun 1950 Ausubel menerima posisi dengan Biro Pendidikan Penelitian di University of  Illinois. Dia tetap dengan Biro selama enam belas tahun berikutnya. Sementara Ausubel adalah di University of Illinois, ia menerbitkan banyak buku pada kognitif psikologi.
        Teori pembelajaran Ausubel merupakan salah satu dari sekian banyaknya teori pembelajaran yang menjadi dasar dalam cooperative learning. David Ausubel adalah seorang ahli psikologi pendidikan. Menurut Ausubel bahan subjek yang dipelajari siswa mestilah “bermakna” (meaningfull).


BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi:
Ausubel (dalam Dahar, 1988:137) mengemukakan bahwa belajar bermakna adalah suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.

B. PENJELASAN
·           Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima.Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi. Sedangkan pada belajar menemukan,siswa tidak menerima pelajaran begitu saja,tetapi konsep ditemukan oleh siswa.
Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.

C. Langkah- langkah Belajar Bermakna

Langkah-langkah yang biasanya dilakukan guru untuk menerapkan belajar bermakna Ausubel adalah sebagai berikut :
1. Pengatur awal (advance organizer) Pengatur awal dapat digunakan untuk membantu mengaitkan konsep yang lama dengan konsep yang baru yang lebih tinggi maknanya.
2. Diferensiasi Progregsif Dalam pembelajaran bermakna perlu ada pengembangan dan kolaborasi konsep- konsep



D. Langkah – langkah menerapkan teori Ausubel dalam mengajar
         
Dalam bukunya yang berjudul ‘Educational Psychology : A cognitive View’ (1968)

Ausubel mengatakan ‘ faktor yang paling penting mempengaruhi siswa belajar adalah apa yang telah diketahui oleh siswa. Yakinilah ini dan ajarlah dia demikian.

Pernyataan Ausubel tersebutlah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakna, konsep baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa.

.
  

E. Kebaikan Belajar Bermakna

Ada tiga kebaikan dari belajar bermakna yaitu :
a. Informasi yang dipelajari secara bermakna lebih lama dapat diingat,
b. Informasi yang dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar       berikutnya untuk materi pelajaran yang mirip
c. Informasi yang dipelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terjadi lupa.




BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Teori belajar bermakna dikemukakan oleh David Ausubel dimana pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.
Pembelajaran bermakna terjadi apabila siswa boleh menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Artinya, bahan subjek itu mesti sesuai dengan keterampilan siswa dan mesti relevan dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa. Oleh itu, subjek mesti dikaitkan dengan konsep-konsep yang sudah dimiliki para siswa, sehingga konsep-konsep baru tersebut benar-benar terserap olehnya. Dengan demikian, faktor intelektual-emosional siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

B.   Saran
Demikianlah makalah berjudul “David Ausubel : Belajar Bermakna” ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang ada. Kami juga menyadari, masih ada banyak kekurangan di dalam penulisan makalah ini. Sehingga perlulah bagi kami, dari para pembaca untuk memberikan saran yang membantu supaya makalah ini mendekati lebih baik. Atas perhatian Anda semuanya, kami ucapkan terima kasih.


 Semoga Bermanfaat!!! :D